Era Frida septiani. -Istri Terbahagia, Bunda Muda Ceria- Apa kabar wahai kawanku semua, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya. Tiada kata seindah doa. Maka lantunkanlah kepada-Nya. InsyaALLAH semua masalah akan reda. Allah mencintai kita yang bersabar serta tawadhu dalam berusaha. YaAllah, Izinkanlah kami mendapatkan hasil yang terbaik atas semua usaha, kehidupan, kebaikan serta keluarga. Yuk menulis.
Jumat, 30 Januari 2015
Malaikat Kecil
Surat Kecil Untuk Malaikat Kecilku
Created by : @miss_sista (Malang, 16 September 2012) latepost
Teruntukmu, Adikku.
Ketika kakak ingin surat ini terbaca olehmu, pada waktu itu juga kakak membutuhkan seseorang yang mampu menguatkan rasa percaya diri kakak bahwa akan tersampainya surat ini untukmu. Adikku apa kabar kamu? Kakak merindukanmu.
Adikku dilahirkan enam belas tahun setelahku. Waktu yang cukup lama untuk menantikanmu, adikku. Ketika engkau hadirpun engkau bagai hadiah berlian untuk kakakmu ini, terutama untuk ibu, wanita yang sungguh menginginkanmu serta ayah, lelaki yang sangat mengharapkanmu.
Aku dan adikku dilahirkan dengan sejuta perbedaan. Adikku, kakak teringat kata-kata ibu saat hari pertama kelahiranmu. Ibu membanding-bandingkanmu denganku, kakakmu. Saat kakak kecil kulit kakak coklat, tapi adik putih. Mata kakak hitam mata adik coklat, betapa anggunnya engkau adikku. Hidung kakak kecil, hidung adik mancung. Bibir kakak merah, bibir adik pink. Bulu mata kakak tebal dan panjang dan begitu juga milik adik, bahkan lebih lentik. Adikku sungguh mempesona dirimu. Parasmu yang cantik membuat kakak iri padamu. Kakak pun hanya bisa tertawa protes pada ibu yang tiada hentinya menggoda kakakmu yang masih suka ngambek ini. Adik pasti ingat kan waktu itu? Waktu kakak terus mengelus janggutmu yang sama persis dengan janggut kakak. Kamu juga pasti mendengar obrolan kakak dan ibu kan dik? Kakak senang adik mengiyakannya.
Aku dan adikku memeng dilahirkan dengan sejuta perbedaan kisah serta perbedaan sejarah. Hampir semua yang dimiliki adikku tidak dimiliki olehku. Kakak kagum padamu dik. Terimakasih yaAllah, malaikat kecil ini telah kau hadirkan untukku, ibu dan ayahku serta seluruh kehidupan yang menunggu.
Satu perbedaan yang membuat langkah kakak terpatahkan, adikku. Ketika kakak dilahirkan untuk mencari warna diantara hitam putihnya dunia, kakak menangis. Tapi kamu tidak dik, dik! Adikku apa yang terjadi denganmu? kami sungguh mengkhawatirkanmu.
Adikku yang malang. engkau memang dilahirkan dengan jalan yang mungkin hampir sseluruh ibu di dunia tidak menginginkan proses itu. Adikku engkau dilahirkan dengan jalan Operasi Caesar. Karena umurmu yang belum genap sembilan bulandan beberapa kesulitan terjadi saat itu, engkaupun harus pasrah adanya. Tapi kakak bangga padamu adikku,terutama pada ibu yang berjuang untukmu kala itu. Kalian kuat, kalian hebat. Adikku, kakak sangat tahu betapa kamu sangat menginginkan setiap harimu nanti berbaur dengan kakakmu, ibu dan ayahmu. Kakak sangat mengerti maumu.
Hidup didalam inkubator memang berat untukmu dik, kakak sangat mengerti betapa inginnya kamu berada dipelukan kami kala kondisimu itu. Andaikan bisa, kakak ingin menggantikanmu dik, kakak ingin merasakan sakitmu. Adikku, walau dalam diammu kamu tersenyum atau menangis untukku, kakak akan selalu disisimu. Adikku, kakak sangat mengerti akan semangatmu untuk bertahan. Tapi adikku sayang, takdir berkata lain. Keinginanmu bersama kami mungkin belum terkabul saat itu hingga saat ini. Adik, kakak rindu dirimu sejak kepergianmu tepat satu bulan setelah hari hebatmu.
Adikku, kenapa engkau begitu cepat meninggalkanku? apa adik belum tahu kalau kakak sudah mempersiapkan semuanya untukmu? Adikku, kakak sangat menginginkan kehadiranmu, kenapa adik tidak mengajak kakak waktu itu ? Kakak belum sempat membelai lama rambutmu, berbisik lirih ditelingamu sampai menggelikanmu, melezat-lezati pipimu, memberimu boneka, menitihmu berjalan, menata rambutmu, mengajakmu menari serta mengajarimu menulis untuk ibu.
Adikku, betapa bingungnya kakak. Bagaimana kakak nanti bisa menemukanmu diantara triliyunan manusia dialam akhiratNya. Sungguh senangnya kakak nanti apabila bisa memelukmu disana, ditengah jutaan ribu manusia di padang MahsyarNya. Kakak tak akan melepaskan pelukan kakak untukmu adikku. "Adik cantik, adik udah gede lebih gede dari kakak".
Adikku, kamulah malaikat kecil kami... Pertemukan kami disurgamu yaAllah. Amiinnn
Nazwa Dwita K (Malang, 15 Mei-15 Juni 2012) -Era Frida Septiani-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar