Sabtu, 03 Oktober 2015

Wanita Terbahagia


Selalu menampakkan wajah bahagia memang sudah menjadi icon ku saat ini. Karena begitu bahagianya hingga tertuang nada-nada kebahagiaan diwajah ini. Setiap ungkapan yang terucap dan berbagai kebanggaan yang tersimpul adalah sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih atas cinta yang aku dapatkan darinya sebagai wanita terbahagia didunia. 

Banyak yang berubah setelah Aku dengannya, bahkan banyak yang baru Aku tahu tentang berharganya waktu dan cinta bersama tanpa perlu bibir ini mengungkapkannya. 

Bersyukur sebanyak-banyaknya adalah satu-satunya media yang mengartikan bahwa hati ini begitu bahagia memilikinya. Memiliki cintanya, cinta yang tak pernah sekalipun lepas dari anugerah-Nya Sang Maha Pembolak-balik perasaan. InsyaAllah Akulah wanita terbahagia...

Ah, nyanyi dulu buat mewakili bahagianya hati ini :D

jujur ku mengagumi pantas ku beri
seribu pujian buat kamu
jauh di dalam hati selalu ku rasa
bersyukur aku mengenalmu

karena cinta dari kamu
jadikan aku wanita terbahagia di dunia

bersama kamu ku jadi tahu artinya waktu
lebih berharga dari harta dunia
bersama kamu ku rasa jauh lebih mengerti
arti cinta tanpa harus mengucapkan cinta

kamu ku yakin tahu ku yakin sama
tujuanmu dengan tujuanku
jauh di dalam hati selalu ku rasa
bersyukur aku mengenalmu

karena cinta dari kamu
jadikan aku wanita terbahagia di dunia

bersama kamu ku jadi tahu artinya waktu
lebih berharga dari harta dunia
bersama kamu ku rasa jauh lebih mengerti
arti cinta tanpa harus mengucapkan cinta

bersama kamu ku jadi tahu artinya waktu
lebih berharga dari harta dunia
bersama kamu ku rasa jauh lebih mengerti
arti cinta tanpa harus mengucapkan cinta

bersama kamu ku rasa jauh lebih mengerti
arti cinta tanpa harus mengucapkan cinta

                      BCL - Wanita Terbahagia

Era Frida Septiani
Malang, 3 Oktober 2015
Wanita, Cita dan Cinta

Jumat, 02 Oktober 2015

Menikah muda

Menikah Muda Baik untuk Masa Depan Anda

Awalnya sih Saya pribadi takut untuk menikah muda. Banyak sekali ketakutan, mulai dari kesiapan mental, materi, fisik dan lain sebagainya. Tapi dengan seiring berjalannya waktu dan banyaknya pendidikan pra-nikah yang Saya ikuti sebagai modal pembelajaran untuk siap menghadapi segala macam keadaan pada saat berumah tangga nanti. Akhirnya dengan ridho Allah SWT Saya dipertemukan dengan seseorang yang sanggup membawa jiwa raga ini menuju ke sebuah pernikahan. Bukan hanya kesanggupan membina mental bersama yang kami utamakan, namun sebuah komitmen sudah banyak yang berhasil kita bangun menjelang hari hebat kita nanti. Tunggu apa lagi, menurut Saya menikah tidak perlu pengalaman, tapi keyakinan akan menyusul. InsyaAllah masing-masing  hati siap mendirikan mahligai bersama seseorang dari-Nya yang insyaAllah terbaik. Didukung berbagai sumber yang selalu mendukung positif akan niat baik ini. Terimakasih
Era Frida Septiani
19 Tahun
Muslimah Bahagia Cita dan Cinta

 vemale.com
 "Jangan nikah muda deh! Fokus dulu dengan kuliah lalu bekerja. Usia kamu masih muda, sayang kalau menikah di usia muda. Biasanya pasangan yang menikah muda sering bertengkar,"

Anda pasti pernah mendengar kalimat itu. Banyak orang (terutama orang tua) yang tidak menyarankan atau mengizinkan anak-anaknya menikah muda. Pertimbangan pendidikan dan karir menjadi hal utama, terutama bagi wanita. Fakta di lapangan membuktikan bahwa banyak perusahaan yang mencantumkan syarat "Belum menikah" atau syarat "Bersedia tidak menikah dan hamil selama periode tertentu". Hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyak pasangan enggan menikah muda.

Jangan Takut Menikah Muda

Banyak orang mengatakan, skala kematangan dan kedewasaan seseorang tak ditentukan oleh usia. Pasangan yang memutuskan untuk menikah muda tentunya telah siap dari sisi pemikiran, sikap dan kematangan tanggung jawab akan masa depan. Walaupun mungkin, sisi keuangan pasangan muda masih belum sebaik mereka yang telah menempuh karir selama 20 tahun. Kenapa harus takut? Masih banyak peluang karir yang bisa dibangun walaupun seseorang telah menikah muda.

Bahkan, para psikologis seperti kami kutip dari Geniusbeauty menyebutkan bahwa pernikahan yang terlambat akan berpengaruh buruk pada kesehatan mereka dan anak-anak mereka kelak. Sementara itu, peneliti dari Penn-State University, Amerika Serikat menemukan bahwa pasangan yang menikah muda (usia 18-25 tahun) memiliki perkembangan psikologis yang lebih baik dibandingkan pasangan yang terlambat menikah.

Anda, Pasangan, dan Anak-Anak Akan Lebih Bahagia

Penelitian tersebut telah dilakukan pada 8.000 keluarga dan menemukan hasil bahwa pernikahan usia muda membantu mereka meningkatkan hubungan orangtua-anak menjadi lebih baik. Anak-anak yang memiliki orang tua menikah muda memiliki kecerdasan yang lebih tinggi. Selain itu, anak-anak akan dididik dengan norma dan perilaku yang lebih baik serta lebih terlindung dari depresi.

Bagi pasangan yang menikah muda, mereka akan lebih awal belajar mengenai kemandirian, tanggung jawab dan bagaimana saling membantu untuk membangun sebuah keluarga. Hasil penelitian juga mencatat bahwa pasangan muda memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibanding rekan mereka yang terlambat menikah. Selain itu, mereka lebih bisa mengontrol stres dan memiliki emosi yang lebih baik.

Jumat, 30 Januari 2015

LKS Nas



Berlomba vs Ngegame
Jakabaring Sport City, Palembang
22 Agustus 2014

           They were my enemy ? No ! Mereka adalah saudaraku. 
Tak kusangka Aku bisa berada ditengah orang-orang hebat seperti mereka. Iya mereka, peserta LKS Nasional bidang CHEMITRY dari seluruh pelosok nusantara yang berkumpul menjadi satu untuk mengadu skill di ajang LKS. Foto diatas tidak seluruhnya menampilkan wajah-wajah temanku para ahli kimia dari seluruh provinsi di Indonesia, karena beberapa mereka banyak yang sudah kembali ke tempat belajar masing-masing.
            Tidak terasa, satu minggu sudah berlalu. Satu minggu yang sangat membawa pengaruh luar biasa pada lahir batinku. Dimulai dari hari pertama, Aku yang masih canggung akan suasana baru  sangat berusaha keras untuk bisa menyesuaikan dimana aku harus melakukan hal yang paaling tepat, bagaimana aku harus bijak, apa yang harus aku perbuat, kapan aku harus menepatkan dan dengan siapa Aku harus bergabung. Dilanjut hari kedua dengan suasana pagi yang masih bisa Aku buat santai, kubiarkan langkahku terbawa rombongan yang menuju gedung Opening yang tepatnya berada di Taman Pelangi Sriwijaya, namun siang hari yang mulai menjelang sedikit membuat jantung ini berdegup kencang, pertempuran semakin dekat dan InsyaAllah Aku siap berperang. Hari ketiga, keempat, kelima hingga keenam  yang mewadahiku untuk  berhamburan didalamnya adalah hari yang sangat berarti bagiku, beberapa hari yang membuatku sangat mengerti akan segala hal, beberapa hari yang sangat memberikan arti  bagiku untuk bisa menentukan langkah kedepan. Beberapa hari yang sangat bermakna, Aku belajar banyak hal. Mulai dari canda tawa, suka duka, berbagi bersama kami lalui bersama. Beberapa hari yang bisa membuatku semakin bijak yang tak akan pernah mungkin bisa kulupakan, Beberapa hari dimana aku berperang…….    Hari belum berakhir, masih ada hari ketujuh yang sangat membuatku harus beancang-ancang mempersiapkan hati dan mental untuk bisa menerima kekalahan. Tapi karenaMu  yaAllah, karena aku yang yakin padaMu, karena aku yang sangat berprasangka baik padaMu, aku yakin bahwa rizki ku masih berada padaMu, Aku bisa dengan legawa dan besar hati menerima keputusanMu. 
            Aku tidak pernah menyerah, masih panjang langkah yang harus aku tempuh demi tercapainya cita-citaku.
            YaAllah, terimakasih engkau telah mengiringi langkahku hingga Aku sampai bisa menapakkan kaki di bumi-Mu Palembang. Bukan sekedar untuk bermain, Aku memang atas dasar keniatan untuk menerapkan ilmu yang telah engkau berikan. Apapun hasil yang Kau berikan  akan selalu ku jadikan awal dari semua perjalananku.
Thank to :
1.      Allah SWT
2.      My Lovely parents that always pray me
3.      My greatest teacher Miss Diana, that always accompany me wherever
4.      My lovely prince SF that always wish me whenever
5.      And all mu friends that always support me
Without All Of You I AM NOTHING

Love




 (Jangan tanya kita dimana :D )
Bromo in Lve                       
November, 30th 2014
 At Bromo
            “Lucu dek fotonya.”ujarnya
Jadi teringat waktu itu, di kawah Bromo tepat Minggu pagi 30 November 2014. Kami yang tak bermodal tongsis seperti pendaki-pendaki yang lainnya, berupaya mengimbangi mereka-mereka yang berebut bergantian mengarahkan kamera pada tongsisnya kearah gaya bebas mereka. Tidak ada pilihan lain, kamera handphone pun bisa menemani selfie kami hingga menghasilkan banyak buah gambar yang cukup menggelitik serta memicu pertengkaran genit kami untuk segera men-delete beberapa hasil foto kami yang terlewat konyol. Lucu sih, hehe.

Oh iya, kami hanya berdua.Walaupun banyaknya rombongan lain yang berangkat menuju ke Bromo beriringan dengan perjalanan kami, namun setiba disana rasanya tak seorangpun kuasa menganggu langkah indah kami. Inilah cinta ……

Ya, Cinta…
Sebuah rasa agung yang hinggap didada kami. Rasa luar biasa yang tumbuh dengan natural di hati kami. Kami tahu, belum lama kita bertemu. Namun, dengan cepatnya sanubari ini yakin akan lebih tepatnya jika kami segera membawa jiwa raga kami dalam sebuah kebersamaan.

Ya, karena cinta
Karena cinta kami yang sedikit lama mulai bersemi, sampailah kami di tempat asri yang sempat menjadi impian kami. Entah waktu itu kami bermimpi apa? ingin melakukan kegiatan apa kami disana? Kami seakan pura-pura lupa. Yang jelas Bromo telah berhasil membayar janjinya untuk menjadi saksi dari perjalanan cinta kami.


Bromo…
Konon, banyak mitos yang mempercayai kalau sepasang kekasih akan bisa memudar kerapatan hubungannya setelah berjelajah disana. Namun tidak bagi kami, Keeratan justru muncul dengan sendirinya bahkan lebih dari itu. Kini pun kami masih punya keinginan untuk kesana lagi. Menjadikan Bromo sebagai tempat perjalanan kami yang berikutnya, serta tak lupa menjadikannya tetap sebagai saksi  kelebihseriusannya hubungan kami.

Bromo Dan Cinta
Suatu hal yang sangat berkesinambungan. Cintaku lebih dalam ketika aku di Bromo. Ya Cinta yang InsyaAllah bisa membawa kami kesebuah ikatan yang Engkau ridhai. Kenapa aku memilih menceritakan cerita kami ketika di Bromo?, Ya, karena di Bromo lah sebuah rasa penuh kenyamanan itu ada, rasa penuh pengorbanan serta kemesraan yang sangat dalam itu nyata. Itulah kenapa Aku meceritakannya sebagai sebuah pedoman agar tetap seperti itulah cerita hubungan kami nanti .

♥♥♥♥♥

Rasanya jemari ini ingin berhenti menjamah lagi papan keyboard  ketika cerita ini sudah sampai kearah lebih bawah yang membawa ketikan menuju halaman berikutnya. Ingin rasanya kembali ke halaman paling atas. Sesering mungkin aku menarik kursor ini ke bawah-keatas keatas–kebawah demi tak inginnya mata ini terlewat tak menyaksikan foto itu. Seakan menjadi inspirasi, ya, memang benar-benar sebuah inspirasi. Lelaki yang bersanding denganku adalah leleki hebat yang insyaAllah akan bisa menggiring cinta kami kedalam ikatan yang suci. Lihatlah lucunya dia, betapa geli hati ini menyaksikannya.
Indah, namun akan lebih indah jika kami membawa rasa ini  kedalam sebuah janji. InsyaAllah jika engkau meridhai kami akan menjaga cinta kami hingga Engkau menjadikan kami sebagai pangeran dan puteri. Cinta kami yaAllah… insyaAllah akan selalu menjadikan Dan membawa besarnya cinta kami kepada-Mu, sekarang hingga nanti…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Malaikat Kecil


Surat Kecil Untuk Malaikat Kecilku
Created by : @miss_sista (Malang, 16 September 2012) latepost

Teruntukmu, Adikku.



Ketika kakak ingin surat ini terbaca olehmu, pada waktu itu juga kakak membutuhkan seseorang yang mampu menguatkan rasa percaya diri kakak bahwa akan tersampainya surat ini untukmu. Adikku apa kabar kamu? Kakak merindukanmu.

Adikku dilahirkan enam belas tahun setelahku. Waktu yang cukup lama untuk menantikanmu, adikku. Ketika engkau hadirpun engkau bagai hadiah berlian untuk kakakmu ini, terutama untuk ibu, wanita yang sungguh menginginkanmu serta ayah, lelaki yang sangat mengharapkanmu.

Aku dan adikku dilahirkan dengan sejuta perbedaan. Adikku, kakak teringat kata-kata ibu saat hari pertama kelahiranmu. Ibu membanding-bandingkanmu denganku, kakakmu. Saat kakak kecil kulit kakak coklat, tapi adik putih. Mata kakak hitam mata adik coklat, betapa anggunnya engkau adikku. Hidung kakak kecil, hidung adik mancung. Bibir kakak merah, bibir adik pink. Bulu mata kakak tebal dan panjang dan begitu juga milik adik, bahkan lebih lentik. Adikku sungguh mempesona dirimu. Parasmu yang cantik membuat kakak iri padamu. Kakak pun hanya bisa tertawa protes pada ibu yang tiada hentinya menggoda kakakmu yang masih suka ngambek ini. Adik pasti ingat kan waktu itu? Waktu kakak terus mengelus janggutmu yang sama persis dengan janggut kakak. Kamu juga pasti mendengar obrolan kakak dan ibu kan dik? Kakak senang adik mengiyakannya.

Aku dan adikku memeng dilahirkan dengan sejuta perbedaan kisah serta perbedaan sejarah. Hampir semua yang dimiliki adikku tidak dimiliki olehku. Kakak kagum padamu dik. Terimakasih yaAllah, malaikat kecil ini telah kau hadirkan untukku, ibu dan ayahku serta seluruh kehidupan yang menunggu.

Satu perbedaan yang membuat langkah kakak terpatahkan, adikku. Ketika kakak dilahirkan untuk mencari warna diantara hitam putihnya dunia, kakak menangis. Tapi kamu tidak dik, dik! Adikku apa yang terjadi denganmu? kami sungguh mengkhawatirkanmu.

Adikku yang malang. engkau memang dilahirkan dengan jalan yang mungkin hampir sseluruh ibu di dunia tidak menginginkan proses itu. Adikku engkau dilahirkan dengan jalan Operasi Caesar. Karena umurmu yang belum genap sembilan bulandan beberapa kesulitan terjadi saat itu, engkaupun harus pasrah adanya. Tapi kakak bangga padamu adikku,terutama pada ibu yang berjuang untukmu kala itu. Kalian kuat, kalian hebat. Adikku, kakak sangat tahu betapa kamu sangat menginginkan setiap harimu nanti berbaur dengan kakakmu, ibu dan ayahmu. Kakak sangat mengerti maumu.

Hidup didalam inkubator memang berat untukmu dik, kakak sangat mengerti betapa inginnya kamu berada dipelukan kami kala kondisimu itu. Andaikan bisa, kakak ingin menggantikanmu dik, kakak ingin merasakan sakitmu. Adikku, walau dalam diammu kamu tersenyum atau menangis untukku, kakak akan selalu disisimu. Adikku, kakak sangat mengerti akan semangatmu untuk bertahan. Tapi adikku sayang, takdir berkata lain. Keinginanmu bersama kami mungkin belum terkabul saat itu hingga saat ini. Adik, kakak rindu dirimu sejak kepergianmu tepat satu bulan setelah hari hebatmu.

Adikku, kenapa engkau begitu cepat meninggalkanku? apa adik belum tahu kalau kakak sudah mempersiapkan semuanya untukmu? Adikku, kakak sangat menginginkan kehadiranmu, kenapa adik tidak mengajak kakak waktu itu ? Kakak belum sempat membelai lama rambutmu, berbisik lirih ditelingamu sampai menggelikanmu, melezat-lezati pipimu, memberimu boneka, menitihmu berjalan, menata rambutmu, mengajakmu menari serta mengajarimu menulis untuk ibu.

Adikku, betapa bingungnya kakak. Bagaimana kakak nanti bisa menemukanmu diantara triliyunan manusia dialam akhiratNya. Sungguh senangnya kakak nanti apabila bisa memelukmu disana, ditengah jutaan ribu manusia di padang MahsyarNya. Kakak tak akan melepaskan pelukan kakak untukmu adikku. "Adik cantik, adik udah gede lebih gede dari kakak".
Adikku, kamulah malaikat kecil kami... Pertemukan kami disurgamu yaAllah. Amiinnn

Nazwa Dwita K (Malang, 15 Mei-15 Juni 2012)  -Era Frida Septiani-