Jumat, 30 Januari 2015

Love




 (Jangan tanya kita dimana :D )
Bromo in Lve                       
November, 30th 2014
 At Bromo
            “Lucu dek fotonya.”ujarnya
Jadi teringat waktu itu, di kawah Bromo tepat Minggu pagi 30 November 2014. Kami yang tak bermodal tongsis seperti pendaki-pendaki yang lainnya, berupaya mengimbangi mereka-mereka yang berebut bergantian mengarahkan kamera pada tongsisnya kearah gaya bebas mereka. Tidak ada pilihan lain, kamera handphone pun bisa menemani selfie kami hingga menghasilkan banyak buah gambar yang cukup menggelitik serta memicu pertengkaran genit kami untuk segera men-delete beberapa hasil foto kami yang terlewat konyol. Lucu sih, hehe.

Oh iya, kami hanya berdua.Walaupun banyaknya rombongan lain yang berangkat menuju ke Bromo beriringan dengan perjalanan kami, namun setiba disana rasanya tak seorangpun kuasa menganggu langkah indah kami. Inilah cinta ……

Ya, Cinta…
Sebuah rasa agung yang hinggap didada kami. Rasa luar biasa yang tumbuh dengan natural di hati kami. Kami tahu, belum lama kita bertemu. Namun, dengan cepatnya sanubari ini yakin akan lebih tepatnya jika kami segera membawa jiwa raga kami dalam sebuah kebersamaan.

Ya, karena cinta
Karena cinta kami yang sedikit lama mulai bersemi, sampailah kami di tempat asri yang sempat menjadi impian kami. Entah waktu itu kami bermimpi apa? ingin melakukan kegiatan apa kami disana? Kami seakan pura-pura lupa. Yang jelas Bromo telah berhasil membayar janjinya untuk menjadi saksi dari perjalanan cinta kami.


Bromo…
Konon, banyak mitos yang mempercayai kalau sepasang kekasih akan bisa memudar kerapatan hubungannya setelah berjelajah disana. Namun tidak bagi kami, Keeratan justru muncul dengan sendirinya bahkan lebih dari itu. Kini pun kami masih punya keinginan untuk kesana lagi. Menjadikan Bromo sebagai tempat perjalanan kami yang berikutnya, serta tak lupa menjadikannya tetap sebagai saksi  kelebihseriusannya hubungan kami.

Bromo Dan Cinta
Suatu hal yang sangat berkesinambungan. Cintaku lebih dalam ketika aku di Bromo. Ya Cinta yang InsyaAllah bisa membawa kami kesebuah ikatan yang Engkau ridhai. Kenapa aku memilih menceritakan cerita kami ketika di Bromo?, Ya, karena di Bromo lah sebuah rasa penuh kenyamanan itu ada, rasa penuh pengorbanan serta kemesraan yang sangat dalam itu nyata. Itulah kenapa Aku meceritakannya sebagai sebuah pedoman agar tetap seperti itulah cerita hubungan kami nanti .

♥♥♥♥♥

Rasanya jemari ini ingin berhenti menjamah lagi papan keyboard  ketika cerita ini sudah sampai kearah lebih bawah yang membawa ketikan menuju halaman berikutnya. Ingin rasanya kembali ke halaman paling atas. Sesering mungkin aku menarik kursor ini ke bawah-keatas keatas–kebawah demi tak inginnya mata ini terlewat tak menyaksikan foto itu. Seakan menjadi inspirasi, ya, memang benar-benar sebuah inspirasi. Lelaki yang bersanding denganku adalah leleki hebat yang insyaAllah akan bisa menggiring cinta kami kedalam ikatan yang suci. Lihatlah lucunya dia, betapa geli hati ini menyaksikannya.
Indah, namun akan lebih indah jika kami membawa rasa ini  kedalam sebuah janji. InsyaAllah jika engkau meridhai kami akan menjaga cinta kami hingga Engkau menjadikan kami sebagai pangeran dan puteri. Cinta kami yaAllah… insyaAllah akan selalu menjadikan Dan membawa besarnya cinta kami kepada-Mu, sekarang hingga nanti…
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar